Read more: http://ajatshare.blogspot.com/2013/08/cara-memasang-meta-tag-seo-friendly-dan.html#ixzz2xXCDmkL2 za_afdal: Chapter Singkat Unpublished Book: Sebelum 10 Anak Tangga

Senin, 31 Maret 2014

Chapter Singkat Unpublished Book: Sebelum 10 Anak Tangga

Menelusuri jalan kecil yang diapit tembok tinggi menjulang ini, aku teringat akan perkataan seseorang... " Setiap orang harus menjadi profesional dibidang nya masing-masing, maka dalami lah ilmu yang anda tekuni, dan luaskan wawasan anda "...

Benar, aku jadi mengerti apa yang ia maksud sekarang. Tak peduli apapun dunia yang digeluti, yang harus dilakukan hanyalah menjadi profesional dibidang itu.Pertanyaannya sekarang, bagaimana bila kita merasa tidak cocok dengan dunia tersebut ?. Sederhananya, kita menjalaninya, namun tidak menikmatinya. Setelah beberapa waktu berlalu, kita baru menyadari bahwa energi kita terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak kita inginkan, bagai tercekik oleh rutinitas-rutinitas yang dihasilkan oleh hal tersebut. Frustasi kah?......
Namun jika kita berpikir jernih dan sedikit melihat kebelakang, apa yang kita jalani sekarang adalah apa yang kita pilih dulu. Terus maju dan berusaha mencari "sesuatu" dibalik itu semua adalah pilihan yang bijaksana. Tetapi jika merasa masih belum terlambat, kita bisa memulainya dari awal lagi, dan membuat pilihan baru dimana kita berjanji untuk tidak akan pernah menyesalinya. 


Hanya dengan memikirkan itu semua, tanpa sadar aku telah melewati 10 tangga yang menanjak, dan telah sampai didepan pintu ku. "Assalmualaikum....Tadaima... aku pulang.....
Aku bahkan tidak mengerti kenapa aku mengatakan "tadaima"(aku pulang) , suatu kalimat dalam bahasa jepang... Padahal aku sungguh sangat mengerti bahwa pasti tidak akan pernah ku dengar kalimat "okaeri nasai"(selamat datang) dari balik pintu. Memangnya barang-barang yang berserakan seperti habis dilanda angin sepoi-sepoi (nggak nyambung..) bisa membalas kalimat tersebut..?. Ah, tanpa mempedulikan alasan kenapa?, aku hanya merasa ada suatu kepuasan ikhwal mengucapkan kalimat tersebut. Yaaaaa, barangkali suatu saat nanti aku mendengar balasan dari kalimat yang aku ucapkan tersebut. Ya, aku hanya berfirasat demikian. Tetapi yang jelas, aku masih mengucapkan "assalamualaikum" sebelum semuanya, yang artinya aku harus tetap memelihara bahkan harus meningkatkan keimananku. Sambil rebahan pada tikar ketiduranku yang mulai lusuh, dan dikelilingi oleh barang-barang yang letaknya masih persis seperti saat ku tinggalkan 4 jam yang lalu, aku mencoba mengingat kembali misi hidupku. Mengingat kembali apa tujuan ku. Bagaimana selama ini aku menjalankan hidupku dan menghabiskan waktu ku. Ya, aku akan dicap sebagai pembohong besar oleh 2 "makhluk" lainnya yang ada didalam tubuhku jika aku mengatakan " hai semua, aku telah memanfaatkan waktu ku sebaik baik nya, maka dari itu jangan buang waktu mu...." 

Pada kenyataan nya adalah aku hanyalah orang terpayah yang tidak bisa menjaga waktu, i'm not a good time keeper.. Seringkali aku membuat suatu rencana yang menurutku itu "sempurna", tetapi aku juga lah sebagai terdakwa yang paling bertanggung jawab atas kegagalan dalam mengaplikasikan rencana tersebut. Kalian bisa menyebutku seorang yang memiliki kualifikasi yang cukup baik dalam planing, tapi paling buruk dalam hal doing. Apalah artinya jika rencana yang hanya aku seorang yang harus menjalankannya, tidak bisa aku jaga, tidak bisa aku terapkan. Aku berpandangan orang yang tidak bisa istiqomah/konsisten adalah orang yang tidak berguna, dan aku lah salah satu nya. Aku bangkit dari rebahan yang menghabiskan waktu itu, dan mencoba untuk duduk sejenak. Pikiran ku melayang jauh, seakan distimulasi oleh hal-hal yang aku pikirkan tadi. Ingatan demi ingatan aku pilah-pilah, hingga sampai kepada 10 anak tangga yang aku lewati tanpa sadar tadi. Sebenarnya hanyalah sebuah anak tangga biasa yang dibangun dari semen yang dikombinasikan dengan pasir sungai hingga orang-orang biasanya menyebut material itu dengan nama beton. Lalu apa istimewanya?.. kita bisa menemukan ini dimana-mana kan?, namun ikhwal yang aku maksud disini bukanlah seperti yang kalian pikirkan. 

15 menit yang lalu sesaat sebelum melewatinya, aku masih berkutat dan berkonsentrasi penuh dengan pikiranku. Memikirkan pernyataan seseorang yang aku lupa namanya itu, sambil memikirkan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan hidup yang selalu memburuku. Aku berusaha keras memikirkan dan mencari jawabnya, hingga tanpa aku sadari aku telah melewati 10 tangga menanjak itu. Aku mengerti sekarang, bahwa hidup ini tidak akan pernah berhenti dari yang namanya menghadapi rintangan, tantangan dan cobaan. Yang perlu kita lakukan hanyalah bekerja keras untuk melewati itu semua, berjanji untuk tidak akan pernah menyerah dan terus mencoba sambil memantapkan hati dengan pilihan yang kita buat. Hingga tanpa kita sadari, kita telah berhasil melewati periode sulit dalam hidup. Tanjakan demi tanjakan akan kita lewati, gunung yang tinggi ataupun lembah yang dalam, semuanya akan kita hadapi dengan kerja keras, semangat tak terbatas, tekad terkuat dan janji akan keistiqomahan, kemudian pada akhirnya kita bisa berkata pada diri sendiri  " hei... hal ini ternyata begitu mudah"........    
Terakhir, aku ingat kembali kata-kata yang pernah terucap dari mulutku beberapa tahun lalu.. "Jika engkau tidak memiliki bakat, maka engkau harus bekerja keras..."


by: hanyalah orang yang masih mencari jawaban-jawaban akan pertanyaan hidup yang ia buat sendiri.




1 komentar: